Showing posts with label catatan biasa. Show all posts
Showing posts with label catatan biasa. Show all posts
Tuesday, October 28, 2014
Di Hari Blogger Nasional, Saya Justru Tidak Menulis
Kemarin (27/10) adalah Hari Blogger Nasional. Pada hari itu, saya justru tidak menulis.
Hah? Emangnya harus gitu?
Ya, enggak juga, sih.Kebetulan udah beberapa waktu ini, semangat saya untuk menulis memang agak berkurang. Saya tau penyebabnya, tapi saya tidak bisa menceritakan disini karena bukan untuk konsumsi publik.
Biasanya, menulis (di blog) menjadi me time saya termasuk ketika sedang galau. Tapi kali ini saya justru ingin melupakan kegalauan ini dengan menghibur diri menikmati berbagai tontonan seperti CSI NY, CSI, Unforgetable, Storage war, NCIS, Photo Face-Off, berbagai film di HBO dan Lifetime, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang, kali ini saya lebih banyak berada di depan tv untuk menikmati semua tayangan tersebut.
Wednesday, September 10, 2014
Hits From The 80s & 90s
Beberapa waktu lalu, selama beberapa bulan, saya merasa sangat jenuh dengan yang namanya social media. Apalagi penyebabnya kalau bukan tentang politik yang gak cuma panas tapi juga memuakkan. Karena banyak pertengkaran di sana-sini. Bahkan yang bersahabat pun bisa bertengkar. Hufff...
Kalau aja saya bukan blogger, mungkin untuk sesaat saya akan menonaktifkan semua akun social media. Bukan berarti blogger gak boleh non aktif dari social media, lho. Cuma setidaknya social media masih bisa saya pakai untuk mempromosikan postingan terbaru. Makanya saya tetep gak menonaktifkan socmed. Gitu aja sih alasannya.
Beberapa hari terakhir ini, saya lagi betah banget FBan. Gara-gara ada grup namanya Hits From The 80s & 90s di FB. Itu grup fenomenal banget. Saya gabung disana waktu jumlah membernya masih dibawah 5000an. Dalam hitungan beberapa hari udah 40ribu lebih aja membernya. Luar biasa!
Kalau aja saya bukan blogger, mungkin untuk sesaat saya akan menonaktifkan semua akun social media. Bukan berarti blogger gak boleh non aktif dari social media, lho. Cuma setidaknya social media masih bisa saya pakai untuk mempromosikan postingan terbaru. Makanya saya tetep gak menonaktifkan socmed. Gitu aja sih alasannya.
Beberapa hari terakhir ini, saya lagi betah banget FBan. Gara-gara ada grup namanya Hits From The 80s & 90s di FB. Itu grup fenomenal banget. Saya gabung disana waktu jumlah membernya masih dibawah 5000an. Dalam hitungan beberapa hari udah 40ribu lebih aja membernya. Luar biasa!
Monday, August 18, 2014
Dihakimi Itu Rasanya...
Tarik napas dalam-dalam. Menenangkan diri untuk beberapa saat. Mengendapkan tulisan, semoga saja sudah tidak terlihat emosi yang meledak di dalam tulisan ini. :)
Bagaimana rasanya dihakimi? Dinilai hanya berdasarkan 'kulitnya'. Mungkin ada yang bilang, "Santai ajaaa.. Apalagi gak kenal sama yang menghakimi." Tanpa disuruh, saya pun berkali-kali berkata seperti itu kepada diri sendiri. Tapi, ada kalanya tidak semudah itu.
Beberapa hari lalu, saya menulis review film The Great Gatsby. Salah satu film favorit saya. Menceritakan tentang milliuner misterius yang berhati tulus, tapi kematiannya tragis. Dan, media pun menilainya hanya berdasarkan 'kulitnya'. Tidak tau kejadian yang sebenarnya tapi menghakimi.
Bagaimana rasanya dihakimi? Dinilai hanya berdasarkan 'kulitnya'. Mungkin ada yang bilang, "Santai ajaaa.. Apalagi gak kenal sama yang menghakimi." Tanpa disuruh, saya pun berkali-kali berkata seperti itu kepada diri sendiri. Tapi, ada kalanya tidak semudah itu.
Beberapa hari lalu, saya menulis review film The Great Gatsby. Salah satu film favorit saya. Menceritakan tentang milliuner misterius yang berhati tulus, tapi kematiannya tragis. Dan, media pun menilainya hanya berdasarkan 'kulitnya'. Tidak tau kejadian yang sebenarnya tapi menghakimi.
Friday, August 8, 2014
Ke Mall Tanpa Make-Up
Pernahkah kita ke mall tanpa make up sama sekali alias polos aja gitu? Eits, ini jelas pertanyaan untuk para perempuan, ya hehe. Saya pernah. Karena saya itu dandan gimana mood. Kalau lagi semangat dandan, bisa full make up. Kalau lagi males, bisa polos aja termasuk tanpa lipstik sekalipun. Yang penting berpakaiannya gak asal-asalan :p
Pernahkah kita mendapat perlakuan yang kurang enak hanya karena gak dandan? Saya pernah. Malah gak cuma sekali tapi 3 kali! Sebetulnya, gak tau persis, sih, karena apa penyebabnya. Tapi, karena ketiga kejadian tersebut terjadi pas saya lagi gak dandan sama sekali. Jadi, saya menghubungkannya kesana. Walopun gak berarti setiap kali saya gak dandan pasti dapet perlakuan yang gak enak.
Pernahkah kita mendapat perlakuan yang kurang enak hanya karena gak dandan? Saya pernah. Malah gak cuma sekali tapi 3 kali! Sebetulnya, gak tau persis, sih, karena apa penyebabnya. Tapi, karena ketiga kejadian tersebut terjadi pas saya lagi gak dandan sama sekali. Jadi, saya menghubungkannya kesana. Walopun gak berarti setiap kali saya gak dandan pasti dapet perlakuan yang gak enak.
Wednesday, August 6, 2014
Siapa Butuh Siapa?
Asisten Rumah Tangga
Saya sempat mempekerjakan seorang asisten rumah tangga ketika baru melahirkan anak kedua. Alasannya, biar saya gak keteter mengasuh anak-anak. Jadi, kayaknya mulai butuh bantuan asisten. Suatu malam, saya tidak sengaja mendengar asisten saya itu sedang ngobrol dengan asisten mamah.
"Kita jangan takut kalau ditegur sama majikan. Merekalah yang butuh kita. Kalau kita gak ada pasti mereka kerepotan," kata asisten saya. Asisten mamah yang lebih lugu hanya terdengar iya-iya ajah.
Besoknya, saya menasehati dia. Saya katakan kalau kedua pihak saling membutuhkan. Saya jelas membutuhkan tenaganya. Dan, dia bekerja pasti karena membutuhkan biaya. Asisten saya itu akhirnya gak bekerja lama. Bukan karena saya berhentikan, tapi memang dia juga yang pengen berhenti. Ya, sudah lah. Saya juga rasanya sudah mulai bisa menyesuaikan lagi mengasuh anak dan mengurus rumah tanpa asisten.
Saya sempat mempekerjakan seorang asisten rumah tangga ketika baru melahirkan anak kedua. Alasannya, biar saya gak keteter mengasuh anak-anak. Jadi, kayaknya mulai butuh bantuan asisten. Suatu malam, saya tidak sengaja mendengar asisten saya itu sedang ngobrol dengan asisten mamah.
"Kita jangan takut kalau ditegur sama majikan. Merekalah yang butuh kita. Kalau kita gak ada pasti mereka kerepotan," kata asisten saya. Asisten mamah yang lebih lugu hanya terdengar iya-iya ajah.
Besoknya, saya menasehati dia. Saya katakan kalau kedua pihak saling membutuhkan. Saya jelas membutuhkan tenaganya. Dan, dia bekerja pasti karena membutuhkan biaya. Asisten saya itu akhirnya gak bekerja lama. Bukan karena saya berhentikan, tapi memang dia juga yang pengen berhenti. Ya, sudah lah. Saya juga rasanya sudah mulai bisa menyesuaikan lagi mengasuh anak dan mengurus rumah tanpa asisten.
Wednesday, July 2, 2014
Pencet Bel. Ada Aturannya, Gak?
Kadang saya berpikir, perlu gak sih bikin peraturan tertulis tentang cara pencet bel kalau bertamu ke rumah seseorang. Ah, jangan-jangan nanti ada yang bilang lebay. Masa urusan ngebel aja harus pake aturan hehehe.Urusan pencet bel memang sepele, ya. Tapi kadang ganggu. Beneran, deh hehe.
Ini ada 2 kejadian yang menurut saya agak ganggu untuk urusan mencet bel:
Ini ada 2 kejadian yang menurut saya agak ganggu untuk urusan mencet bel:
Saturday, April 19, 2014
Ssstt.. Rahasia, Ya
Sudah bukan hal aneh lagi kalau di FB itu banyak akun palsu bertebaran. Biasanya, saya tidak add atau confirm pertemanan dari akun gak jelas, dengan alasan keamanan tentunya. Tapi ada juga seseorang yang membuat akun samaran walaupun maksudnya baik
Akun samaran yang saya maksud adalah saya gak tau sosok dibalik akun ini. Untuk beberapa alasan yang kita tidak tahu, si pemilik akun benar-benar menutup diri tentang kehidupan pribadinya. Bahkan, apakah si pemilik akun itu perempuan atau laki-laki saya tidak tahu.
Ada satu orang pemilik akun samaran yang saya add. Saya ingin berteman dengannya lebih memakai feeling aja. Selama ini, saya suka dengan note-note FB yang dia tulis. Suka dengan pemikiran-pemikirannya. Dan, pembicaraan kami selama ini juga lebih banyak berdiskusi walau kadang diselingi dengan candaan.
Akun samaran yang saya maksud adalah saya gak tau sosok dibalik akun ini. Untuk beberapa alasan yang kita tidak tahu, si pemilik akun benar-benar menutup diri tentang kehidupan pribadinya. Bahkan, apakah si pemilik akun itu perempuan atau laki-laki saya tidak tahu.
Ada satu orang pemilik akun samaran yang saya add. Saya ingin berteman dengannya lebih memakai feeling aja. Selama ini, saya suka dengan note-note FB yang dia tulis. Suka dengan pemikiran-pemikirannya. Dan, pembicaraan kami selama ini juga lebih banyak berdiskusi walau kadang diselingi dengan candaan.
Wednesday, February 12, 2014
Basa-Basi Yang (Gak) Basi
BASI
Pernahkah kita ketemu dengan seseorang trus langsung disapa dengan pertanyaan yang rasanya bikin kita pengen garuk-garuk tembok? Saya pernah, sering malah hehe. Bahkan saking ilfilnya, sempert saya bikin postingannya. 2 sekaligus, yaitu Pertanyaan-Pertanyaan dan Pertanyaan-Pertanyaan #2.
Pertanyaan yang paling sering bikin saya ilfil adalah "Lagi hamil, ya?" Duaaaarrr!!! Rasanya suka langsung bete. Abis susah banget buat ngurusin sekarang. Padahal dulu cungkring banget. Ditambah lagi dulu ada alasan yang sempat bikin saya sensitif ketika mendengar pertanyaan seperti itu. *Ada di salah satu postingan tentang pertanyaan-pertanyaan itu.
Pernahkah kita ketemu dengan seseorang trus langsung disapa dengan pertanyaan yang rasanya bikin kita pengen garuk-garuk tembok? Saya pernah, sering malah hehe. Bahkan saking ilfilnya, sempert saya bikin postingannya. 2 sekaligus, yaitu Pertanyaan-Pertanyaan dan Pertanyaan-Pertanyaan #2.
Pertanyaan yang paling sering bikin saya ilfil adalah "Lagi hamil, ya?" Duaaaarrr!!! Rasanya suka langsung bete. Abis susah banget buat ngurusin sekarang. Padahal dulu cungkring banget. Ditambah lagi dulu ada alasan yang sempat bikin saya sensitif ketika mendengar pertanyaan seperti itu. *Ada di salah satu postingan tentang pertanyaan-pertanyaan itu.
Wednesday, February 5, 2014
Through The Years
From this moment, life has begun
From this moment, you are the one
Right beside you is where i belong
From this moment on
(From This Moment - Shania Twain)
08 Februari 2003 adalah tanggal dimana saya dan suami saling mengikat janji dalam ikatan pernikahan. Siang hari, sebuah masjid di kota Bandung menjadi saksi bisunya. Pernikahan yang sudah kami nantikan, setelah 7 tahun lebih berpacaran.
Resepsi di malam harinya dengan tema semi outdoor. Souvenir 1 tangkai mawar bagi tamu yang datang, membawa suasana yang romantis. Setelah pesta usai, saya dan suami pindah dari 1 hotel ke hotel lain, karena kami memang tidak merencanakan berbulan madu. Tapi, jadinya malah seru dengan rencana mendadak itu :)
Friday, January 3, 2014
365 Hari
“Tomorrow, is the first blank page of a 365 page book. Write a good one.” (Brad Paisley)
Tahun baru 2014 sudah berjalan 3 hari. Dan saya baru mulai ngeblog lagi hari ini. Biasalah, lah, liburan. Walopun kegiatan liburan kali ini lebih banyak di rumah, tapi tetep aja yang namanya liburan agak susah untuk online. Mana lagi banyak sepupu liburan di rumah. Koneksi lelet pula. Komplit bener alasannya. :D
Di bawah ini grafik postingan saya yang tersebar dibeberapa blog. Kenapa dimulai dari bulan Mei? Karena saya baru bikin Fanpage di bulan Mei 2013. Nah, ini tujuan utama saya bikin fanpage untuk mengarsipkan tulisan saya di berbagai blog. Dan ternyata, walopun sebulan itu ada 30-31 hari postingan saya gak sampe angka 30 hehehe
Di bawah ini grafik postingan saya yang tersebar dibeberapa blog. Kenapa dimulai dari bulan Mei? Karena saya baru bikin Fanpage di bulan Mei 2013. Nah, ini tujuan utama saya bikin fanpage untuk mengarsipkan tulisan saya di berbagai blog. Dan ternyata, walopun sebulan itu ada 30-31 hari postingan saya gak sampe angka 30 hehehe
Monday, December 23, 2013
Saya Kecewa
Hari ini (Minggu, 22/12) rencana awalnya adalah saya ingin kopdar bersama KEB di Bogor. Tapi, beberapa hari yang lalu, mamah saya ngewanti-wanti supaya tanggal 22 itu jangan kemana-mana. Orang tua saya akan melakukan syukuran kecil-kecilan dalam rangka ulang tahun pernikahan mereka. Karena gak mau dianggap anak durhaka dengan mengecewakan orang tua, maka saya pun membatalkan rencana kopdar dengan emak KEB. Apalagi tanggal 22 adalah hari ibu, sebaiknya saya menyenangkan hati mamah saya, kan? Mana hari anniversary mereka pula.
2 hari yang lalu, saya mendapat kabar dari salah satu tabloid ibu dan anak yang ternama untuk datang ke acara mereka di salah satu mall di Jakarta yang lagi nge-hits (udah bilang aja di KoKas alias Kota Kasablanka :D).. Katanya di acara itu nanti juga sekalian akan diumumkan pemenang lomba blog. Tabloid yang bersangkutan memang sempat mengadakan lomba blog. Caranya cukup gampang, kita hanya diminta memasukkan data diri, URL, plus kategori blog kita. Saya lalu mendaftarkan blog utama.
Saya menanggapi biasa saja undangan datang ke acara tabloid tersebut, apalagi di hari yang sama orang tua saya juga punya acara. Tapi setelah sms-an dengan salah satu emak blogger yang menduga kalau yang diundang hanyalah blogger-blogger yang menjadi finalis saja. Benarkah? Contact person yang menghubungi, sih, cuma ngundang aja. Gak bilang apakah saya jadi finalis atau enggak. Tapi, kalau memang benar seperti itu, saya bersyukur sekali.
2 hari yang lalu, saya mendapat kabar dari salah satu tabloid ibu dan anak yang ternama untuk datang ke acara mereka di salah satu mall di Jakarta yang lagi nge-hits (udah bilang aja di KoKas alias Kota Kasablanka :D).. Katanya di acara itu nanti juga sekalian akan diumumkan pemenang lomba blog. Tabloid yang bersangkutan memang sempat mengadakan lomba blog. Caranya cukup gampang, kita hanya diminta memasukkan data diri, URL, plus kategori blog kita. Saya lalu mendaftarkan blog utama.
Saya menanggapi biasa saja undangan datang ke acara tabloid tersebut, apalagi di hari yang sama orang tua saya juga punya acara. Tapi setelah sms-an dengan salah satu emak blogger yang menduga kalau yang diundang hanyalah blogger-blogger yang menjadi finalis saja. Benarkah? Contact person yang menghubungi, sih, cuma ngundang aja. Gak bilang apakah saya jadi finalis atau enggak. Tapi, kalau memang benar seperti itu, saya bersyukur sekali.
Friday, December 20, 2013
Ibu, Ikhlas?
Tadi pagi, baru ambil raport kedua anak saya. Karena semester ini diawali dengan pentas seni dulu, jadi saya keliling-keliling aja melihat kira-kira makanan apa yang bisa disantap pagi ini. Saat itu saya duduk di samping seorang ibu, sebut aja Ibu A karena saya lupa tanya namanya.
Ibu A : "Anaknya kelas berapa, Mbak?"
Saya : "Kelas 4 dan 2. Ibu...?" *Saya agak mengambangkan pertanyaan. Karena kalau lihat fisik ibu A sepertinya sudah sepuh. Lebih cocok jadi seorang nenek. Tapi saya mau 'nembak' dengan kata itu merasa gak enak.
Ibu A : "Saya ambil raport cucu. Kelas 3. Kalau mbak... ibu rumah tangga, ya?"
Saya : "Iya, Bu."
Ibu A : "Enak, ya. Kalau anak saya, mamah cucu saya ini, kerja. Kalau kayak gini mana mau dia datang."
Ibu A : "Anaknya kelas berapa, Mbak?"
Saya : "Kelas 4 dan 2. Ibu...?" *Saya agak mengambangkan pertanyaan. Karena kalau lihat fisik ibu A sepertinya sudah sepuh. Lebih cocok jadi seorang nenek. Tapi saya mau 'nembak' dengan kata itu merasa gak enak.
Ibu A : "Saya ambil raport cucu. Kelas 3. Kalau mbak... ibu rumah tangga, ya?"
Saya : "Iya, Bu."
Ibu A : "Enak, ya. Kalau anak saya, mamah cucu saya ini, kerja. Kalau kayak gini mana mau dia datang."
Tuesday, November 12, 2013
Guru Favorit
Beberapa bulan lalu, saya datang ke acara reuni akbar SMP yang bertempat di Qi Dine & Lounge Hotel Sultan. Senang bisa ketemu lagi sama temen lama, bahkan sahabat yang udah bertahun-tahun gak ketemuan. Kami pun mengobrol tentang masa lalu termasuk tentang guru-gurunya. Dan ternyata kalau tentang guru jawaban kami seragam.
Adalah seorang guru bernama Pak Soegiono. Beliau wali kelas saya waktu kelas 3. Dan sepertinya gak hanya saya, tapi banyak teman yang ketika ditanya tentang guru yang langsung teringat pertama kali adalah Pak Soegiono. Memang sepanjang ingatan saya, beliau adalah guru yang ramah dan gaul tapi gak hilang wibawanya.
Di acara reuni tersebut kami sempat mencari-cari beliau. Sayangnya gak ketemu, mungkin karena ramainya. Mengejutkan ketika justru Pak Soegiono, lah, yang menemukan kami. Dan lebih mengejutkan lagi, beliau masih hapal nama-nama kami!
Saya katakan mengejutkan karena yang namanya guru itu muridnya pasti banyak sekali. Ditambah lagi setelah bertahun-tahun, para muridnya bertumbuh besar. Wajah-wajah polos ala anak SMP, sudah berganti jadi wajah-wajah tua eh dewasa maksudnya :p Tapi beliau masih ingat nama-nama kami. Menyenangkan sekali! :)
Beliau masih mengajar di SMP yang sama. Tinggal tahun terakhir setelah itu pensiun katanya. Wajah dan penampilannya gak terlalu mengalami banyak perubahan. Sepertinya Pak Soegiono ini awet muda sekali, sementara mantan murid-muridnya bertambah tua hahaha. Tetep murah senyum. Mungkin senyumnya ini yang jadi rahasia awet muda Pak Soegiono
Semoga bahagia dan sukses selalu, ya, Pak. Aamiin. Jasa Bapak sangat besar bagi murid-murid termasuk bagi saya.
Apakah teman-teman punya guru favorit saat sekolah?
Adalah seorang guru bernama Pak Soegiono. Beliau wali kelas saya waktu kelas 3. Dan sepertinya gak hanya saya, tapi banyak teman yang ketika ditanya tentang guru yang langsung teringat pertama kali adalah Pak Soegiono. Memang sepanjang ingatan saya, beliau adalah guru yang ramah dan gaul tapi gak hilang wibawanya.
Di acara reuni tersebut kami sempat mencari-cari beliau. Sayangnya gak ketemu, mungkin karena ramainya. Mengejutkan ketika justru Pak Soegiono, lah, yang menemukan kami. Dan lebih mengejutkan lagi, beliau masih hapal nama-nama kami!
Saya katakan mengejutkan karena yang namanya guru itu muridnya pasti banyak sekali. Ditambah lagi setelah bertahun-tahun, para muridnya bertumbuh besar. Wajah-wajah polos ala anak SMP, sudah berganti jadi wajah-wajah tua eh dewasa maksudnya :p Tapi beliau masih ingat nama-nama kami. Menyenangkan sekali! :)
Beliau masih mengajar di SMP yang sama. Tinggal tahun terakhir setelah itu pensiun katanya. Wajah dan penampilannya gak terlalu mengalami banyak perubahan. Sepertinya Pak Soegiono ini awet muda sekali, sementara mantan murid-muridnya bertambah tua hahaha. Tetep murah senyum. Mungkin senyumnya ini yang jadi rahasia awet muda Pak Soegiono
Semoga bahagia dan sukses selalu, ya, Pak. Aamiin. Jasa Bapak sangat besar bagi murid-murid termasuk bagi saya.
Apakah teman-teman punya guru favorit saat sekolah?
Monday, October 7, 2013
Arti Kebanggaan : Sebuah Pelajaran Dari Pendakian Seven Summits
Apa arti kebanggan untukmu?
Dulu, saya akan menjawab ...
Menang perlombaan, nak yang mendapat nilai baik di sekolah dan lainnya
Intinya, kebanggaan itu berkaitan erat dengan prestasi. Apalagi kalau kita bisa 'pamer' prestasi lalu dapat ucapan selamat dan puja-puji dari banyak orang. Walaupun saya selalu merasa dilema setiap kali memperlihatkan apa yang saya raih karena takut dikira pamer padahal hanya ingin berbagi semangat. Tapi gak bisa dipungkiri juga, semakin banyak yang memuji maka rasa kebanggaan itu semakin meningkat.
Dulu, saya akan menjawab ...
Menang perlombaan, nak yang mendapat nilai baik di sekolah dan lainnya
Intinya, kebanggaan itu berkaitan erat dengan prestasi. Apalagi kalau kita bisa 'pamer' prestasi lalu dapat ucapan selamat dan puja-puji dari banyak orang. Walaupun saya selalu merasa dilema setiap kali memperlihatkan apa yang saya raih karena takut dikira pamer padahal hanya ingin berbagi semangat. Tapi gak bisa dipungkiri juga, semakin banyak yang memuji maka rasa kebanggaan itu semakin meningkat.
Friday, October 4, 2013
Mr Santai vs Mrs Sempurna
Saya : "Yah, anak-anak diajakin Papah liburan ke Bali bulan depan dan mereka mau."
Suami : "Sama siapa?"
Saya : "Sama Mamah-Papah, lah."
Suami : "Kalau anak-anak mau, ya gak apa-apa."
Saya : "Iya, sih. Anak-anak juga mau. Tapi trus kita berdua ngapain selama anak-anak liburan?"
Suami : "Mau ngapain? Paling di rumah aja."
Padahal dalam hati, saya berharap suami akan bilang nanti kita begini-begitu. Pokoknya mau saya suami langsung bikin acara yang romantis gimanaaaa gitu. Lagian masa' anak-anak pada jalan-jalan, Ayah-Bundanya diem aja di rumah. Lagipula itu momen langka banget, sejak nikah jarang berduaan. Kemana-mana selalu ada 2 krucil. Nah, mumpung 2 krucil diajak liburan ke Bali sama kakek-neneknya harusnya suami suami spontan bikin rencana honeymoon, kek, gitu. Ups! Jalan-jalan maksudnya hehehe.
Suami : "Sama siapa?"
Saya : "Sama Mamah-Papah, lah."
Suami : "Kalau anak-anak mau, ya gak apa-apa."
Saya : "Iya, sih. Anak-anak juga mau. Tapi trus kita berdua ngapain selama anak-anak liburan?"
Suami : "Mau ngapain? Paling di rumah aja."
Padahal dalam hati, saya berharap suami akan bilang nanti kita begini-begitu. Pokoknya mau saya suami langsung bikin acara yang romantis gimanaaaa gitu. Lagian masa' anak-anak pada jalan-jalan, Ayah-Bundanya diem aja di rumah. Lagipula itu momen langka banget, sejak nikah jarang berduaan. Kemana-mana selalu ada 2 krucil. Nah, mumpung 2 krucil diajak liburan ke Bali sama kakek-neneknya harusnya suami suami spontan bikin rencana honeymoon, kek, gitu. Ups! Jalan-jalan maksudnya hehehe.
Thursday, September 19, 2013
Korset... Oh... Korset....
Ceritanya beberapa waktu lalu saya kumpul-kumpul sama beberapa orang temen. Ya, namanya ibu-ibu semua, yang diobrolin biasanya urusan perempuan, ya hihihi. Salah satunya adalah tentang korset. Ada beberapa teman saya yang menggunakan korset untuk ngurusin berat badan. Emang bener, sih, badannya jadi ramping-ramping. Ada yang tanya harga korsetnya berapa, kata salah satu yang pake 1 korset harganya 10 juta *kepala saya langsung cenat-cenut hahaha
Wednesday, September 4, 2013
100% Tanpa ART
Sejak kecil, saya terbiasa dengan adanya ART. Simpelnya saya gak pernah tau dan mau tau sama urusan rumah tangga. Hampir segalanya selalu dilayani. Setelah menikah, justru saya memutuskan untuk gak mau punya ART sama sekali. Ceritanya, sih, pengen mandiri. Apalagi saat nikah saya sudah berhenti dari rutinitas pekerja kantoran.
Awalnya lancar dan saya sempat berpikir kalo ternyata tanpa ART pun bisa. Tapi ketika anak kedua lahir, saya sempat memutuskan untuk memiliki ART karena saya sempat agak kelimpungan mengurus 2 anak yang masih kecil-kecil saat itu. Yang satu masih batita, satu lagi bayi. Apalagi anak pertama saya kemudian mengalami fase cemburu terhadap adik.
Tapi maksud hati cari ART untuk meringankan beban, yang ada saya malah tetap cape bahkan ditambah dengan cape hati. Hadeuuuuhhhh. Yang paling sering terjadi itu, pertengkaran antar ART. Entah kenapa ART yang kerja sama saya dengan ART orang tua saya jarang akur. Padahal masing-masing punya kerjaan yang berbeda. Kerjanya juga sama orang yang berbeda.
Akhirnya daripada terus-terusan cape hati, saya pun memutuskan untuktidak memakai ART lagi sampai sekarang. Tapi karena saat ini saya masih tinggal bersama orang tua, bisa dibilang untuk urusan pekerjaan rumah terbantu sama ART orang tua saya. Saya lebih banyak mengurusi yang berkaitan dengan anak-anak aja dan diri sendiri (makanya rada leluasa ngeblog, apalagi kalo anak-anak sekolah hahaha). Bahkan kadang-kadang kalau saya mau memasak, suka minta tolong ART untuk membersihkan, memotong-motong, dan lainnya bahan masakan yang udah saya siapkan, pokoknya saya tinggal memasak.
Awalnya lancar dan saya sempat berpikir kalo ternyata tanpa ART pun bisa. Tapi ketika anak kedua lahir, saya sempat memutuskan untuk memiliki ART karena saya sempat agak kelimpungan mengurus 2 anak yang masih kecil-kecil saat itu. Yang satu masih batita, satu lagi bayi. Apalagi anak pertama saya kemudian mengalami fase cemburu terhadap adik.
Tapi maksud hati cari ART untuk meringankan beban, yang ada saya malah tetap cape bahkan ditambah dengan cape hati. Hadeuuuuhhhh. Yang paling sering terjadi itu, pertengkaran antar ART. Entah kenapa ART yang kerja sama saya dengan ART orang tua saya jarang akur. Padahal masing-masing punya kerjaan yang berbeda. Kerjanya juga sama orang yang berbeda.
Akhirnya daripada terus-terusan cape hati, saya pun memutuskan untuktidak memakai ART lagi sampai sekarang. Tapi karena saat ini saya masih tinggal bersama orang tua, bisa dibilang untuk urusan pekerjaan rumah terbantu sama ART orang tua saya. Saya lebih banyak mengurusi yang berkaitan dengan anak-anak aja dan diri sendiri (makanya rada leluasa ngeblog, apalagi kalo anak-anak sekolah hahaha). Bahkan kadang-kadang kalau saya mau memasak, suka minta tolong ART untuk membersihkan, memotong-motong, dan lainnya bahan masakan yang udah saya siapkan, pokoknya saya tinggal memasak.
Wednesday, August 14, 2013
Setiap Zaman Ada Gayanya
Belum lama ini saya pernah membaca berita di internet kalau seseorang (umumnya perempuan atau anak alay) yang suka berpose duck face ketika difoto menandakan adanya gangguan psikologis. Pose duck face adalah memajukan bibir ketika difoto.
Menurut sebuah penelitian psikologi katanya orang yang suka berpose duck face menandakan adanya gangguan psikologis terutama terhadap berkurangnya rasa percaya diri pada bagian wajah dan tubuh. Benarkah demikian? Hmmm ... berhubung saya bukan seorang psikolog, tentu saja saya tidak akan bisa menjawabnya secara ilmiah tentang pose tersebut dan kaitannya dengan rasa percaya diri.
Menurut sebuah penelitian psikologi katanya orang yang suka berpose duck face menandakan adanya gangguan psikologis terutama terhadap berkurangnya rasa percaya diri pada bagian wajah dan tubuh. Benarkah demikian? Hmmm ... berhubung saya bukan seorang psikolog, tentu saja saya tidak akan bisa menjawabnya secara ilmiah tentang pose tersebut dan kaitannya dengan rasa percaya diri.
Monday, June 17, 2013
SIM
Kayaknya, saya gak akan pernah punya SIM untuk motor, deh. Karena berkali-kali belajar gak pernah bisa. Suami aja sampe bingung, katanya baru kali ini ngajarin orang belajar motor tapi gak bisa-bisa hahaha!
Temen saya bahkan pernah ngeledek saya. Kebetulan di komplek saya itu banyak bersliweran motor di mana pengendaranya adalah di bawah umur. Walopun gak nanya, tapi dari ukuran badan dan raut wajah kelihatan banget kalo mereka masih anak-anak. Tebakan saya usianya sekitar kelas 5-6 SD. Dan biasanya teman saya suka ngeledekin, "Tuh, masih ana-anak aja udah pada jago negndarain motor. Gimana nih Bunda Keke-Nai? Masa' kalah?" Kalo digituin biasanya saya ngikik ajadi pojokan.
Sebenernya saya, kok, gak seneng, ya, lihat anak-anak bersliweran pake motor. Anak-anak itu emosinya masih labil. Saya suka nemuin anak-anak kalo udah bawa motor suka lebih ngeri daripada orang dewasa. Faktor keselamatan peraturan berkendara sering diabaikan. Yang main belok aja, gak pake helm, 1 motor isinya lebih dari 2 orang, bahkan baru-baru ini saya melihat ada anak-anak membonceng adiknya yang saya tebak usia adiknya itu paling berusia 4-5 tahun. Hiii ngeri! Bukan berarti orang dewasa gak bakal bisa celaka, tapi kalo saya lihat yang di daerah saya, anak-anak yang lebih sering jatoh.
Kesimpulannya, kayaknya saya gak pengen, deh, kalau Keke dan Nai mencontoh seperti itu. Pokoknya sebelum punya SIM, mereka dilarang keras untuk membawa kendaraan sendiri, kecuali sepeda :D Untuk hal seperti ini saya termasuk yang taat peraturan hehe.
Temen saya bahkan pernah ngeledek saya. Kebetulan di komplek saya itu banyak bersliweran motor di mana pengendaranya adalah di bawah umur. Walopun gak nanya, tapi dari ukuran badan dan raut wajah kelihatan banget kalo mereka masih anak-anak. Tebakan saya usianya sekitar kelas 5-6 SD. Dan biasanya teman saya suka ngeledekin, "Tuh, masih ana-anak aja udah pada jago negndarain motor. Gimana nih Bunda Keke-Nai? Masa' kalah?" Kalo digituin biasanya saya ngikik aja
Sebenernya saya, kok, gak seneng, ya, lihat anak-anak bersliweran pake motor. Anak-anak itu emosinya masih labil. Saya suka nemuin anak-anak kalo udah bawa motor suka lebih ngeri daripada orang dewasa. Faktor keselamatan peraturan berkendara sering diabaikan. Yang main belok aja, gak pake helm, 1 motor isinya lebih dari 2 orang, bahkan baru-baru ini saya melihat ada anak-anak membonceng adiknya yang saya tebak usia adiknya itu paling berusia 4-5 tahun. Hiii ngeri! Bukan berarti orang dewasa gak bakal bisa celaka, tapi kalo saya lihat yang di daerah saya, anak-anak yang lebih sering jatoh.
Kesimpulannya, kayaknya saya gak pengen, deh, kalau Keke dan Nai mencontoh seperti itu. Pokoknya sebelum punya SIM, mereka dilarang keras untuk membawa kendaraan sendiri, kecuali sepeda :D Untuk hal seperti ini saya termasuk yang taat peraturan hehe.
Friday, June 14, 2013
Juri Pun Punya Selera
Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis potingan dengan judul Menyenangkan Semua Pihak? Gak Mungkin. Seperti apa isinya, silakan klik linknya. Trus gimana kalau dalam penjurian lomba? Saya rasa juga berlaku hal yang sama. Dan juri pun berhak untuk punya selera. Beropini kalau juri itu berhak punya selera itu bukan berarti mereka subjektif, loh. Sekarang coba bayangin ilustrasi ini ....
Ada perlombaan memasak nasi goreng. Syarat ketentuannya adalah memasak nasi goreng jawa dengan bahan utama telur dan baso, selain nasi tentunya. *Ya iya lah, namanya juga nasi goreng :D Trus pas saat dihidangkan ternyata gak semua peserta bikin nasi goreng jawa. Tapi ada yang bikin nasi goreng seafood, nasi goreng kari, bahkan sop ayam hehe. Sebagai juri, sebagus apapun penampilan dan rasa masakan yang dibuat, tapi kalau gak sesuai syarat dan ketentuan tentu aja harus dicoret.
Ada perlombaan memasak nasi goreng. Syarat ketentuannya adalah memasak nasi goreng jawa dengan bahan utama telur dan baso, selain nasi tentunya. *Ya iya lah, namanya juga nasi goreng :D Trus pas saat dihidangkan ternyata gak semua peserta bikin nasi goreng jawa. Tapi ada yang bikin nasi goreng seafood, nasi goreng kari, bahkan sop ayam hehe. Sebagai juri, sebagus apapun penampilan dan rasa masakan yang dibuat, tapi kalau gak sesuai syarat dan ketentuan tentu aja harus dicoret.
Subscribe to:
Posts (Atom)
