Papah saya sebetulnya orang Ciamis. Paling tidak 1-2 tahun sekali kami pulang kampung ke Ciamis, menikmati suasana sejuk khas pedesaan. Namun sejak emak (baca : nenek) saya wafat, saat itu saya masih duduk di bangku SMA, Papah saya yang merupakan anak tunggal memutuskan untuk tetap rutin pulang kampung ke Ciamis tapi tidak menginap di rumah melainkan mencari penginapan di kota Tasikmalaya. Dan sejak saat itulah saya mulai mengenal kota Tasikmalaya.
Saat itu tidak banyak yang bisa saya jelajahi di Tasikmalaya, karena bisa dibilang kami hanya sekedar 'numpang tidur' di Tasikmalaya. Karena kalau siang hingga sore hari kami menghabiskan waktu di Ciamis.
Yang saya ingat saat itu adalah Tasikmalaya seperti kota tua yang di malam hari terasa sangat sepi. Kalau sudah malam agak susah cari toko yang masih buka karena memang saat itu selepas maghrib kotanya terasa sepi. Dan beberapa tahun kemudian, saya sudah tidak mengunjungi Tasikmalaya lagi karena Papah memutuskan untuk kembali menginap di rumah almarhum emak.