Showing posts with label Go Green. Show all posts
Showing posts with label Go Green. Show all posts

Monday, July 1, 2013

Green Hospital - Yang Hijau Memang Menyehatkan

Libur t'lah tiba ... libur t'lah tiba ... Hore! Hore! Horeeee ...!

Sepenggal lirik lagu dari Tasya -waktu masih jadi penyanyi cilik- seakan menjadi lagu wajib ketika musim liburan tiba.

Banyak alternatif untuk mengisi liburan. Mulai di dalam kota, dari mal ke mal yang pasti akan banyak menggelar event selama liburan. Atau bisa juga berlibur ke luar kota. Pantai dan pegunungan biasanya menjadi pilihan.

Untuk yang memilih berlibur ke luar kota, terutama ke pegunungan, kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang serba hijau. Bagaimana perasaan kita ketika sepanjang mata memandang hamparan hijau di mana-mana? Biasanya saya merasa lebih bahagia dan lebih sehat. Apalagi ketika kemudian kita pun mencium udara segar pegunungan. Hmmm ... segaaarr. Rasanya gak ingin kembali ke kota yang sudah penuh dengan polusi, ya.

Gak heran kalau banyak orang yang rela bermacet-macet bahkan mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit hanya untuk menyewa penginaan selama beberapa hari demi mendapatkan udara yang segar di pegunungan. Karena udara segar yang kita hirup dan juga pemandangan hijau mampu membuat pikiran kita kembali segar. Sehingga membuat kita menjadi lebih sehat dan mendapat energi baru untuk kembali beraktivitas rutin. Sepertinya hijau memang identik dengan sehat. Bahkan ruma sakit pun umumnya ada warna hijaunya.

Monday, May 13, 2013

Tukar Botol

Mengenang masa lalu, ah. 

Gak tau kenapa, tiba-tiba keinget aja. Dulu kalo saya beli minuman bersoda itu seringnya tukar botol karena harganya lebih murah daripada beli sama botolnya.

Kalau sekarang lihat ke warung sampe hypermarket kebanyakan udah pake botol plastik. Jarang banget saya lihat botol kaca lagi. 

Padahal kalo dipikir-pikir, tukar botol itu bagus juga, ya. Harga lebih murah, mengurangi sampah plastik, dan lebih ramah sama lingkungan pula. Kira-kira zaman sekarang masih ada yang namanya tukar botol gak, ya, untuk minuman?

Temans, saya lagi ikutan kontes menulis, nih. Minta tolong vote dan komennya, ya. Caranya like Fanpage GreenfieldsMilkID (untuk yang belum like). Kalau sudah like, lalu klik link ini https://apps.facebook.com/whatrealmilkcando/?m=Home
Kemudian klik Gallery (di pojok kanan atas). Dan cari postingan milik Myra Anastasia. Terima kasih banyak sebelumnya :L

Semoga saya menang, ya. Aamiin :)

Sunday, May 5, 2013

Teknologi Hijau Daihatsu untuk Manusia Hijau

"Akhir-akhir ini makin sering denger kampanye go green, ternyata banyak juga istilah-istilahnya, ya. Kemaren baca koran tentang green economy, sekarang baca Daihatsu bareng blogdetik lagi ngegelar lomba dengan tema teknologi hijau. Apalagi ini, ya?" tanya saya kepada suami

"Ya, apapun itu kembali ke manusianya dulu. Siap gak jadi manusia hijau?" jawab suami

"Aduh apalagi tuh manusia hijau?" Tiba-tiba yang terbayang dalam benak saya adala tokoh superhero Hulk :D

"Untuk jadi manusia hijau itu gak sebatas bisa teori, tapi harus mau mempraktekannya. Bertindak hijau." jelas suami secara singkat

Betul juga apa kata suami saya dan untuk bertindak hijau bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari dulu. Tidak membuang sampah sembarangan, mematikan televisi bila tidak sedang ditonton, jangan biarkan air mengucur terus-menerus hingga luber, dan lainnya.

Komposisi emisi karbon untuk sektor energi tahun 2015

Pada dasarnya siklus karbon di bumi terdiri dari :
  1. Senyawa karbon + oksigen => karbondioksida + energi (terjadi pada pernafasan makhluk hidup dan hampir segala hal yang berhubungan dengan pembakaran)
  2. Karbondioksida + energi => senyawa karbon + oksigen (pada siang hari tanaman menangkap karbon dari atmosfer dan merubahnya menjadi oksigen)
Semuanya akan bejalan baik-baik saja selama 2 poin di atas seimbang. Sayangnya revolusi industri yang semakin menggila membuat jumlah karbondioksida di atmosfer semakin meningkat sehingga tidak heran kalau temperatur bumi semakin terasa panas dan kita kenal sebagai global warming.

Kalau melihat gambar di atas, rumah tangga 'hanya' menyumbang sekitar 6% emisi karbon, relatif kecil apalagi dibandingkan dengan sektor industri yang menyumbang emisi karbon terbesar (57%). Tapi bukan berarti kita bisa bersikap tidak peduli terhadap lingkungan, kan? Justru sikap peduli lingkungan harus dimulai dari diri kita sendiri dahulu, seperti yang suami saya katakan untuk menjadi manusia hijau.

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...