Showing posts with label GA. Show all posts
Showing posts with label GA. Show all posts

Thursday, December 18, 2014

A Self Reflection: Bukan Saya Banget

Bagi saya, seluruh tulisan yang saya buat diblog saya adalah istimewa. Tapi, setelah saya lihat lagi tulisan saya sepanjang tahun 2014 diblog ini, ada satu tulisan yang 'bukan saya banget.'

Dihakimi Itu Rasanya... Adalah judul tulisan yang bukan saya banget. Setiap tulisan yang saya buat selalu apa adanya, sesuai yang saya alami. Tulisan yang saya pilih itu pun jga apa adanya. Hanya saja ada letupan rasa marah di postingan itu.

Saya selalu menghindari menulis ketika lagi emosi. Saya ingin menulis tentang hal gembira aja. Kalau seperti itu, apakah saya termasuk orang yang gemar pencitraan? Bisa iya, bisa tidak.

Buat saya, gak ada yang salah dengan pencitraan. Selama cerita gembira yang ditulis benar-benar kita alami. Bukan dibuat-buat supaya terkesan baik. Padahal kenyataannya gak seperti itu.


Monday, March 24, 2014

Euforia Maret

Pakde Guslik (lagi-lagi) bikin GA, nih. Kali ini temanya tentang "Blogger Dengan Dua Status:". Sebetulnya, saya bingung kalau disuruh milih cuma 2 status, karena saya termasuk yang rajin nyetatus. Bisa ratusan eh puluhan setiap harinya. Sebagian besar status-status tersebut memang share otomatis. Jadi, bukan berarti saya terus-terusan di depan komputer, lho. Tapi, apapun itu, semoga tidak ada yang merasa terganggu dengan status-status saya yang bersliweran di news feed, ya hihihi *kalau memang ada, bilang aja langsung ke saya ;)

Oiya, kembali ke GA Pakde, karena cuma diminta milih 2 jadi saya akan milih 2 status yang ada hubungannya denga Euforia, deh. KEbetulan di Bulan Maret ini kan ada 2 euforia, yaitu perheletalan Srikandi Blogger 2014 dan Pemilu 2014. Pemilunya sendiri masih tanggal 9 April nanti, tapi keseruannya, khususnya di social media udah terasa dari awal Maret, deh.

Friday, June 21, 2013

Review Blog Haya Aliya Zaki

Haya Aliya Zaki, nama lengkap pemilik blog www.hayaaliyazaki.com Seorang trainer, blogger, penulis, dan editor lepas. Saya biasa memanggilnya Mak Haya atau Mak mentor. Ya, karena Mak Haya adalah mentor saya ketika mengikuti kelas editing yang diadakan oleh KEB.

Kali ini, saya ingin mereview blog Mak Haya. Semoga berkenan, ya, Mak. :)

Tampilan blog yang gak bikin mata saya lelah

Tampilan
  1. Secara umum, saya suka tampilan blog Mak Haya. Latar belakang pink muda, juga latar belakang tulisan berwarna abu-abu muda (nyaris ke putih) polos dengan tulisan berwarna abu-abu tua. Buat saya ini penting, karena saya tidak terlalu nyaman dengan latar belakang yang berwarna gelap (misalnya hitam), sedangkan tulisannya terang (misalnya putih). Tampilan seperti itu bikin mata saya lelah. Nah, kalo blog Mak Haya gak bikin mata saya lelah, jadi bisa betah berlama-lama bacanya.
  2. Dalam satu halaman beranda, terdiri dari 6 postingan sekaligus. Ini juga bagus karena kita sebagai visitor bisa tahu paling tidak 6 postingan terbaru di blog tersebut. Dan kalau mau baca tinggal klik judulnya.

Monday, June 17, 2013

SIM

Kayaknya, saya gak akan pernah punya SIM untuk motor, deh. Karena berkali-kali belajar gak pernah bisa. Suami aja sampe bingung, katanya baru kali ini ngajarin orang belajar motor tapi gak bisa-bisa hahaha!

Temen saya bahkan pernah ngeledek saya. Kebetulan di komplek saya itu banyak bersliweran motor di mana pengendaranya adalah di bawah umur. Walopun gak nanya, tapi dari ukuran badan dan raut wajah kelihatan banget kalo mereka masih anak-anak. Tebakan saya usianya sekitar kelas 5-6 SD. Dan biasanya teman saya suka ngeledekin, "Tuh, masih ana-anak aja udah pada jago negndarain motor. Gimana nih Bunda Keke-Nai? Masa' kalah?" Kalo digituin biasanya saya ngikik aja di pojokan.

Sebenernya saya, kok, gak seneng, ya, lihat anak-anak bersliweran pake motor. Anak-anak itu emosinya masih labil. Saya suka nemuin anak-anak kalo udah bawa motor suka lebih ngeri daripada orang dewasa. Faktor keselamatan peraturan berkendara sering diabaikan. Yang main belok aja, gak pake helm, 1 motor isinya lebih dari 2 orang, bahkan baru-baru ini saya melihat ada anak-anak membonceng adiknya yang saya tebak usia adiknya itu paling berusia 4-5 tahun. Hiii ngeri! Bukan berarti orang dewasa gak bakal bisa celaka, tapi kalo saya lihat yang di daerah saya, anak-anak yang lebih sering jatoh.

Kesimpulannya, kayaknya saya gak pengen, deh, kalau Keke dan Nai mencontoh seperti itu. Pokoknya sebelum punya SIM, mereka dilarang keras untuk membawa kendaraan sendiri, kecuali sepeda :D Untuk hal seperti ini saya termasuk yang taat peraturan hehe.

Linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...